PILIHAN DALAM HIDUP
Monday, July 10th, 2006Kenyataan hidup penuh dengan pilihan memang benar adanya. Kadang kita dihadapi dengan pilihan yang mudah dan sulit. Mungkin tidak akan menjadi beban kalau pilihan itu mudah. Tapi kalau susah?? Bagai dilema…
Satu sisi kita dituntut dengan kejujuran
Sisi lain kita berusaha menutupi keadaan
Dan sekarang, harga sebuah kejujuran memang tak kan bisa terbayar dengan nilai nominal. Kejujuran kadang membawa kebahagiaan dan kadang membawa kesedihan. Kembali lagi dengan pilihan.
Apakah anda akan berkata jujur seandainya jujur itu menyedihkan?
Apakah anda akan menerima kejujuran seseorang walaupun itu menyakitkan?
Saya telah berbuat suatu kejujuran. Dan kejujuran saya tidak membawa kebahagiaan untuk orang yang pernah saya sayangi. Malah menambah suatu kebencian terhadap diri saya. Walaupun tidak ada lagi beban yang menindih pikiran saya, tapi saya tahu hati dan perasaan kamu yang terluka. Saya terima semua caci maki kamu karena tiada guna saya untuk membela diri. Saya terima semua hinaan kamu karena saya tiada kuasa untuk menepis.
Maafkan saya yang telah berkata jujur dan saya memaklumi diri kamu yang tidak bisa menerima kejujuran saya. Saya hanya bisa menatap kepergian kamu. Membawa segala angan-angan dan mencoba menguburkannya. Tiada kuasa saya untuk menahan.
Pilihan hidup inilah yang saya alami. Pilihan dalam hidup yang sangat sulit. Dan saya harus menerima seandainya kamu pergi menjauh.
Sekali lagi maafkan saya…